Proses Desain Logo Helmen Coffee


Saya belum sempat menulis di blog ini tentang Helmen Coffee. Bukan karena malas, tapi selalu merasa tulisan saya belum selesai. Untung beberapa waktu lalu Anggara Mahendra sempat mewawancarai kami untuk Bali Buzz, cerita singkatnya bisa dibaca di sini.

Oke, suatu saat nanti pasti tulisan lengkap saya tentang Helmen Coffee akan bisa terbit di blog ini. Sebagai awal, kali ini mungkin akan saya ceritakan tentang salah satu proses kreatif di balik desain logonya. Coffee & Creativity memang pasangan pas. Itu pula mengapa kami di Helmen mendesain hampir semuanya sendiri. Termasuk logo.

Tenang, ini bukan "How To" atau "5 Tahapan Mendesain Logo" yang jadi judul andalan para konten kreator agar tulisannya viral dan membuat kamu menjadi ahli secara instan. Jadi kamu bisa melanjutkan baca dengan santai bahagia. Saya dan Irfan berkolaborasi menghasilkan logo Helmen. Irfan adalah desainer logo yang cukup disegani karena rambutnya lebih kriwil dari saya. Sementara saya yang sudah potong rambut lebih pendek sedikit ini lebih banyak bikin kopi dan mencuci gelas sembari mendesain.

Karena ini adalah logo dari brand kami sendiri, informasi yang biasanya kami dapatkan melalui brief dari klien kami dapatkan dengan saling memahami satu sama lain. Termasuk kontemplasi, dan mengerti apa yang akan kami tunjukkan di Helmen Coffee. Proses ini bahkan sudah dimulai sebelum nama Helmen Coffee kami dapatkan. 

Jika menilik proses, maka dari segala usaha tersebut kami mendapatkan bahwa sejarah ditemukannya kopi adalah citra ideal dan masyuk dengan kami. Dan kesepakatan itu berakhir pada; Kambing. Kami ingin kambing. Bukan diguling, sate atau krengseng. Tapi kepala kambing adalah simbol paling hakiki untuk kami, selain karena logo cangkir dan biji kopi sudah terlalu berlebihan. Sejarah tentang kambing sang penemu kopi bisa dibaca di wikipedia atau sumber lain. 

Selain mengacu pada sejarah, bumbu paling lezat dalam citra Helmen Coffee adalah musik berisik bergenre metal. Simbol-simbol yang merujuk pada kepala hewan bertanduk dan berjenggot ini bisa ditemui di banyak band-band metal di bumi. \m/



Dan dari banyak studi yang menuntun kami memvisualisasikan kepala kambing, akhirnya Irfan mengirim sebuah gambar tengkorak kambing yang seketika membuat saya mengetik Wow! Tadinya mau lompat-lompat kegirangan seperti kambing yang makan buah-buah kopi, tapi capek. Jadi reaksi ini hanya menggetarkan bulu roma dan menuntun saya membalas WhatsApp dengan satu kata tadi. Disepakati juga oleh kedua founder yang lain, yaitu #mzDanu dan Pak Ponyok.


Iya, ini gambar tengkorak kambing yang sempat jadi tebak-tebakan tiap orang yang datang ke Helmen Coffee.

Setelah kami mendapatkan logogram yang pas, pemilihan tipografi menjadi proses selanjutnya. Setelah akhirnya menemukan nama yang pas, yaitu Helmen Coffee, saya kebagian proses typeface logo ini dengan huruf-huruf yang saya kembangkan khusus. 

Initial sketches

Dari banyak sketsa di atas, mengerucut lagi menjadi satu yang akhirnya terpilih sesuai dengan citra liar, tradisional dan metal. 

Final sketch

Proses digitalisasi dan penyesuaian menjadi satu kesatuan logo yang utuh dalam hikmat dan kebijaksanaan kami adalah proses penghabisan perancangan ini. Semua seirama dengan bagaimana kami menyeduh tiap kopi yang tersaji di meja.



Proses handlettering ini juga saya terapkan dalam mendesain tiap jenis kopi dalam pouch yang bisa didapatkan di http://helmen.coffee/shop/
Detail pengerjaan akan saya jelaskan di terbitan selanjutnya. 

Beberapa koleksi desain logo yang saya kerjakan bisa dilihat di Behance.

Enjoy \m/

0 komentar:

Post a Comment