Membuka Akhir Tahun

Halo.

Setelah tulisan di awal tahun ini yang sedikit ngawur, akhirnya saya menulis lagi. Kali ini lebih ngawur. Bagaimana tidak, kebiasaan menulis caption di instagram yang tak perlu terlalu panjang membuat kemampuan menulis saya menurun. Tapi kemampuan ngawur saya makin meningkat.

Oke, sedikit bercerita tentang roda kehidupan di tahun 2015 ini, ada beberapa poin besar yang sedikit kecil. Tuh, kan ngawur.

Dengan backsound "Wherever I May Roam" dari Metallica, awal tahun 2015 saya dengan seru meninggalkan tempat tinggal, kos yang nyaman dan pindah ke ruko dimana Helmen Coffee saya dan teman-teman dirikan. Renovasi dimulai. Demi segala kecintaan saya terhadap kuas dan cat, saya mengecat tembok, mendesain interior bareng teman-teman, sampai adu kepala bersama. Sungguh drama komedi yang tak layak dijadikan film. Namun ajaibnya, kami tidak lupa main gitar dan menyanyi bersama-sama. Demi segala cinta yang saya tanamkan untuk kopi, 24 jam saya berisi segala hal tentang kopi. Di sini tidur pun, aroma kopi sisa roasting semalam masih tercium.

Dalam desain, penekanan terhadap proses memang jadi poin paling penting. Tapi dalam pengembangan bisnis, proses yang terlalu lama jadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Helmen Kopi baru resmi dibuka di awal bulan Juni, berbulan-bulan semenjak persiapan-persiapan yang seru tadi. Dibuka dengan ceria meski bumbu drama tetap ada. Cerita lengkapnya akan saya bagi tahun depan. Kalau ingat.

Yang jelas, setelah sekian lama baru berjalan, saya harus kembali membagi waktu dan menata hidup lagi. 24 jam saya akhirnya terbagi lagi, dan saya harus rela tidak tidur dengan aroma kopi. 

Soal berkarya, silakan mampir ke instagram atau behance saya saja. Ada beberapa yang tidak saya publikasikan online seperti beberapa poster untuk Navicula, dan juga PPLH Bali. Ada pula yang masih dalam tahap pengembangan untuk dirilis awal tahun ini.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya enggan bicara soal resolusi. Rencana hanyalah rencana, tinggal bagaimana kita mewujudkannya secara nyata bukan sekedar wacana. 

Sala\m/

0 komentar:

Post a Comment