Love Bomb: A Rockin' Album by Navicula


Desember telah tiba! Hari-hari ajaib di 2013 sebentar lagi berganti. Keajaiban akhir tahun ini lengkap dengan keluarnya album "Love Bomb" dari Navicula. Ya, setelah ngopi bareng beberapa waktu yang lalu, saya memang menunggu album mereka keluar sesuai janji. Jauh sebelum itu, saya sempat mendapat cerita dari teman saya, Vifick, yang ikut dalam rombongan Navicula yang sedang mempersiapkan sampul album dari daur ulang kemasan minuman/makanan Tetra Pak.

Sebagai satu dari sedikit band lokal yang berhasil membuat saya merinding mendengar lagu-lagunya, album terbaru mereka kali ini benar-benar membuat saya tertawa. Bukan lucu, tapi saya bahagia. Bahwa masih ada musisi lokal yang karyanya istimewa, setidaknya di telinga saya.

"Tomcat", lagu di keping pertama yang membuat tangisan balita tentangga kalah cadas. Liar, dan langsung jadi andalan di pagi hari. Disusul "Love Bomb", lagu yang judulnya dipakai untuk nama album ini, lembut namun tetap sangar. Iya, rocker juga bisa lembut kok. "Aku Bukan Mesin", "Refuse to Forget", "Days of War, Nights of Love".

Bagi saya, yang jadi favorit dari kepingan pertama ini adalah aransemen di lagu "Aku Bukan Mesin" yang lebih garang dari album "Beautiful Rebel". Kualitas vocalnya lebih oke, sound gitar dan bass, serta drumnya lebih matang, dan siap dikonsumsi sebagai pemenambah energi. Lagu "Days Of War, Nights Of Love" juga asik, terasa lebih modern. Ya, kelima lagu di keping pertama ini direkam di Record Plant Studios, Hollywood, USA setelah mereka menang kompetisi yang diadakan oleh RODE Michrophones.

Lanjut ke keping kedua. Hentakan intro "Bubur Kayu" jadi pembuka yang cukup bikin pengen starter motor dan langsung gas pol. Bubur kayu enak! Ga seperti "Bubur Kayu", lagu kedua berjudul "Ingin Kau Datang" belum pernah saya dengar dibawakan langsung di panggung. Permainan musik di reff-nya asik, asli! Lagu berikutnya, "Semut Hitam" dari God Bless diaransemen ulang. Kampret! Merinding saya mendengarnya. Gebukan drumnya, rif gitarnya, teriakan vocalnya... Kampret lah pokoknya! Saya harus perdengarkan lagu ini ke kedua orangtua saya, mereka pasti tertawa girang!

"Mafia Hukum", "Sail On", "Harimau! Harimau!", "Do it Yourself is Dead, Now We Do it Together", "Mafia Medis", "Orangutan", " Di Rimba", dan penutup yang pas di keping kedua ini, "Metropulutan" membawa saya membayangkan mereka memainkannya di depan saya. Hahah.

Album Love Bomb adalah paket istimewa (meski tanpa telor) yang menyajikan paket musik rock (ya, grunge itu subgenre rock) keren dengan kemasan yang unik dan layak dikoleksi. Jadi pengen nih mendesain sampul album mereka kapan-kapan... Mimpi akhir tahun :p

Oh ya. Soal janji mereka main di Batu, Robi sang vokalis sempat mengisi acara pembukaan di Omah Munir, sebuah museum untuk Munir dan perjuangan Hak Asasi Manusia, awal Desember lalu di Batu. Tapi tetap saja, saya ingin melihat satu band lengkap main di panggung dan ditonton masyarakat Batu :D 



0 komentar:

Post a Comment