Keramaian?

 
Navicula di 1NSOMANIA

Ya sudah. Kayaknya saya memang harus nulis tentang keramaian. Terkait soal saya mau datang ke konser Metallica yang 60 ribuan orang, ke festival band lokal yang menampilkan Navicula, serta band-band hardcore, metalcore, grindcore, dutcore, dan cor-coran. Tapi saya menolak diajak ke sebuah acara/festival yang menyajikan acara semacam bazaar, pentas seni, yang ramai dengan orang-orang "asik" dan tidak "berisik".

Sebenarnya, beda keramaian disini sama bedanya dengan ketika kamu menyanyi di kamar mandi, di depan laptop yang memutar playlist kesukaanmu, atau bahkan jadi vokalis band, tapi menolak diajak karaoke. Masih belum paham bedanya? Oke, gini... Saya adalah manusia yang dikirim dari Mars untuk menjaga perdamaian bumi. Sudah jelas? Jelas-jelas saya ngawur.

Saya sedikit banyak, merasakan apa yang dirasakan Jimi dalam lagu Apakah Aku Berada Di Mars Ataukah Mereka Mengundang Orang Mars. Bedanya, saya bukan pendobrak tatanan fashion yang mencuri perhatian banyak orang. Saya enggan menjadi bagian dari keriaan ruang terbuka yang gemerlapan. Gerah berada diantara para pengejar eksistensi, yang meski manusiawi, tapi terlihat begitu berapi-api.

Ketika berdesak-desakan dengan ribuan metalhead itu saya berusaha berpikir positif, bahwa semua datang untuk satu tujuan. Saya memiliki ruang untuk ber-headbang, seperti berdzikir di tengah lautan, yang saya rasa juga yang lain tak akan peduli. Sementara, diantara para penonton Navicula, saya lebih nyaman berada di posisi "penonton" sambil meresapi lirik dan musiknya yang tak jarang membuat dada saya bergetar, seperti di dalam pesawat yang sedang take off yang lama. Saya menikmati pertunjukan tanpa harus headbang.
 
Enakan lagi berada di belakang panggung, menyiapkan amunisi. "Rame ing sepi, sepi ing rame."

*Rentetan lanturan ditengah kenaikan harga jam tidur.*

0 komentar:

Post a Comment