Menjangan Island

Ini kali kedua saya pergi snorkeling ke Pulau Menjangan, kawasan Taman Nasional Bali Barat. Yang spesial kali ini adalah saya dan teman-teman tidak sekedar snorkeling lalu pulang, tapi juga camping di pulau. Dan perjalanan naik motor yang kurang lebih 4 jam dari Denpasar kami lalui bertepatan dengan pawai Ogoh-ogoh sehari sebelum Hari Raya Nyepi.


Setelah keseruan selama perjalanan bermotor, kami tiba di pos penyeberangan sebelum gelap. Menunggu satu teman lagi yang menyusul, beberapa lama kemudian kami menyeberang, menuju pulau, dalam gelap. Deru mesin perahu yang kalah dengan suara lagu yang diputar oleh guide kita melalui handphone yang dihubungkan langsung ke speaker aktif bersamaan memecah laut dan keheningan.

Sesampainya di pulau, tentu saja hal pertama yang kami lakukan adalah makan. Normal is not good, tapi ketika perutmu tidak terisi makanan dari siang dan mau langsung snorkeling malam-malam adalah hal tidak normal yang paling konyol. Setelah makan, barulah kami membangun tenda. Di benak saya sebelumnya, kami akan camping di tepi pantai pasir putih, ternyata tidak. Kami membangun tenda di tepi pantai berkarang, yang hanya ada sedikit tanah miring cukup untuk dua tenda. Tidak ada masalah, tenda berdiri, dan camping akan tetap berjalan menyenangkan. Beberapa dari kami ada yang kemudian merasa terpanggil untuk lebih dekat dengan alam dengan tidur di luar tenda, beratapkan bintang.

Pagi yang ditunggu, di kala Nyepi. Setelah sebelumnya berpatroli dengan perahu, mencari ikan, menyaksikan beberapa oknum yang tertangkap usil menangkap ikan, saya turun ke air. Tanpa life jacket.

Terlalu pagi sepertinya. Jadi ubur-ubur kecil yang usil menyengat di sana sini. Termasuk di bibir yang sudah monyong sebab pakai snorkel. Snorkeling yang singkat, di perairan dangkal dan tentu saja tanpa sketsa, karena belum memiliki media yang tepat untuk mengabadikan keindahan laut dengan metode live sketch.



Puas di spot pertama, kami beranjak ke spot kedua. Perairan yang lebih dalam, keindahan terumbu karang dan ikan warna-warni pun menjadi pemantik rasa sadar dan syukur. Ciptaan ini memang seharusnya dilindungi.

2 comments: