Berbagi

Adam diciptakan untuk berbagi surga dengan Hawa, berbagi buah khuldi, daun-daun surga, dan berbagi oksigen di bumi. Ya, sesungguhnya manusia memang diciptakan untuk berbagi, meski tidak dalam segala hal, dan tidak kepada semua orang. Contohnya; hati. Termasuk sambel goreng ati, yang hanya nikmat jika dimasak dan dinikmati bersama seorang yang spesial, meski tanpa telor.

Selayaknya manusia, beberapa waktu yang lalu saya (sok) sibuk dengan kegiatan-kegiatan berbagi. Mulai dari Persiapan awal sampai akhir We Are Family 2013 bareng teman-teman Bali Outbound, dan dua kelas Akademi Berbagi Bali

Di We Are Family, saya mempersiapkan poster, sarana promosi di media sosial, dan gambar-gambar satwa untuk alat bermain anak-anak. Dari menyisihkan waktu setelah jam kerja, di kamar, sampai harus menyandera Sylvia, macbook pro-mulusnya om Viar :D. 




Bali adalah tempat dimana saya tinggal sekarang. Tempat tanpa keluarga sebenarnya, tapi juga tempat bertemu keluarga-keluarga baru yang memberi banyak arti hidup, pelajaran berharga. Saya memang bukan siapa-siapa, hanya manusia yang suka main dan corat-coret. Dan sejauh ini saya bersyukur disini tersedia tempat bermain seperti orang macam saya. 

Di Akademi Berbagi Bali, saya yang kecil ini kemudian bertemu dengan orang-orang besar dengan berbagai latar belakang. Duduk dan mendengar cerita-cerita mereka seperti dihidangkan minuman segar berlimpah ruah. Dan uniknya, dari cerita-cerita itu, obrolan-obrolan sederhana itu kemudian menjadi sesuatu yang biasa di luar! Ya, bikin saya sempat kembali waras, dan itu jadi hal luar biasa lainnya. Bersyukur punya teman-teman dengan ide cemerlang dan mata berbinar-binar jika berhubungan dengan kegiatan-kegiatan bermain dan bermanfaat.


Satu kalimat penutup dari Christopher McCandless:
"Happiness only real when shared."

0 komentar:

Post a Comment