Sketching Bareng Urban Sketchers Bali

Sabtu lalu saya berkenalan dengan teman-teman Urban Sketchers Bali di Kedai Kopi Kultur - Wisnu Open Space, Bali. Teman saya Denny, yang memberi informasi tentang komunitas ini beberapa bulan yang lalu lewat jejaring sosial. Ini pertemuan kedua saya dengan komunitas USk Bali setelah menghadiri presentasi mereka di Art Veranda. Sementara Workshop kali ini adalah pertemuan mereka yang ke-13.

Workshop kali ini temanya menggambar binatang, bersama I Nyoman Wijaya. Beliau terkenal dengan lukisan khasnya yang bertema sapi. Pak Nyoman ini seniman yang sederhana. Meski lukisannya terkenal hingga mancanegara, dia tak enggan membagi ilmunya dengan siapa saja. Spesialisasinya gambar sapi, karena ingin memperjuangkan petani sapi di kampungnya yang sering kena tipu. Filosofi lain adalah karena sapi itu binatang pekerja keras, dan sangat dekat dengan keluarganya.
 


Seperti gambar binatang pada umumnya, menggambar binatang dimulai dari garis dasar bagian-bagian tubuh. Contoh awal adalah sapi. Perbedaan sapi betina dan jantan terletak pada bagian punggung. Punggung sapi betina memiliki lengkungan, sementara sapi jantan lurus. Menggambar binatang apapun, memang soal kebiasaan. Perlu pengamatan yang mendalam.





Setelah selesai menggambar binatang, kami semua mensketsa lingkungan di Kedai Kopi Kultur - Wisnu Open Space. Meski beberapa kali kesini, saya belum pernah bikin sketsa dari sudut ini. Jadilah ini sketsa saya, selamat menikmati. Jangan terlalu serius! Ha ha.


Urban Sketchers Bali - Kopi Kultur, Sabtu, 16 Februari 2013

0 komentar:

Post a Comment