Turun Tanah Kembali

Bali Reforestation Festival. Ya, itulah judul kegiatan yang saya ikuti awal Desember lalu. Sebenarnya ini adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh kawan-kawan dari Bali Hijau Lestari yang sebelumnya bertajuk Bali Reboisasi Festival. Tahun ini adalah tahun ke-4. Sementara saya sendiri baru ikut terlibat semenjak setahun yang lalu. Tahun lalu juga adalah awal perjumpaan 'nekat' saya juga dengan kawan-kawan dari Bali Outbound Community yang berlanjut hingga hari ini.

Kali ini Bali Reforestation Festival diselenggarakan selama 2 hari berturut-turut. Hari pertama tanggal 1 Desember 2012, kegiatan utamanya adalah menanam pohon dengan media tanam berupa Jellyfish (ubur-ubur) berupa chips yang nantinya akan terdekomposisi menjadi unsur2 yg dapat menyuburkan, sekaligus media penyimpan air yang lebih banyak bagi tanaman. Dari pagi, beberapa peserta dari Non Profit Organization Asian Green Forest Network (NPO – AGFN) Japan, Mapala Unud, beberapa siswa SMA, dan teman-teman lain telah siap di Puri Jati. Setelah mendapat sedikit pembekalan materi berupa cara tanam dan sebagainya, kami kemudian berangkat bersama menuju lokasi penanaman, sekitar 30 menit jalan kaki dari Puri Jati.

Jellyfish Chip

Lubang tanam yang sudah ditaburi Jellyfish chip sebagai media tanam.
Sesampainya di lokasi tanam, kami langsung menyebar mengisi lubang tanam yang telah diberi tanda berupa ajir (tongkat bambu penyangga) berwarna biru. Beberapa bertugas sebagai penyebar jellyfish, menyampurnya dengan tanah, penyedia bibit tanaman, dan bagian tanam-siram. Ketika matahari mulai berada di atas kepala, kami pun beranjak kembali untuk makan siang dan beristirahat di penginapan.

Setelah tahun lalu hanya terlibat sebagai peserta, di hari kedua saya mendapat tugas sebagai koordinator area. Ternyata tugas saya cukup melelahkan dibanding hanya jadi peserta yang menanam kurang lebih 5 pohon, karena saya bertanggung jawab atas satu area yang terdiri dari 5 bendera, sementara satu bendera ada 125 lubang yang ditanami. Ya, dalam kurun waktu kurang lebih 4 jam, dari pagi sebelum peserta datang untuk mengecek material tanam yang tersedia di tiap bendera. Kemudian ketika peserta mulai datang menanam, saya berkeliling untuk mengecek tiap-tiap lubang yang ditanami, dibantu para koordinator lapangan di area tanam berbendera merah.

*Mau ngapain ini?*

Peserta sedang menanam.

Para peserta, Koordinator Lapangan dan Koordinator Area.

Dari rencana 2500 pohon yang akan ditanam, mungkin hanya tinggal berapa puluh pohon saja yang belum sempat tertanam menyusul cuaca yang kemudian hujan. Beberapa peserta masih bersemangat untuk menyelesaikan penanaman, namun hujan semakin deras dan jalanan yang berubah licin akhirnya memaksa kami untuk berhenti. Hujan ini saya rasa juga sebagai pertanda, bahwa apa yang kita lakukan ini mendapat berkah. Semua peserta didampingi oleh masing-masing beranjak ke pos di Puri Jati tempat awal berkumpul. Sementara saya, teman-teman KorArea lain, dan beberapa KorLap masih harus tinggal memastikan keadaan sambil berteduh di bawah tenda Land Rover dari rekan2 yang memang diperbantukan untuk transportasi, mengingat medan terjal berbatu di lokasi.

Berteduh di tenda darurat :)
Kami kemudian turun dari lokasi dengan mobil Land Rover itu meski didalam mobil masih bisa basah karena bocor di sana sini, namun ini pengalaman offroad yang sangat menyenangkan. Dua hari yang seru, dan diikuti dengan harapan semoga sekecil apapun yang kita lakukan di/dengan alam tempat kita bermain akan berdampak positif.

Semoga semua makhluk berbahagia di alamnya.

4 comments:

  1. wew, aktivis go green.... lanjut gan... :D

    ReplyDelete
  2. blogger, pecinta alam, suka gambar. kamu uwow sekali kak! :D salam kenal yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. uwow sambil salto? huehehe.
      Salam kenal balik :)

      Delete