Be Lie Ve

Saya memang kurang sependapat jika ada yang mengatakan hidup itu pilihan. Pilih yang baik atau buruk, pilih enak atau ga enak, pilih hidup atau mati, dan pilih-pilih yang lain. Saya lebih nyaman dengan menganggap bahwa hidup ini adalah sebuah jalan yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Bukannya sok religius, tapi saya yakinnya gitu. Manusia hanya perlu yakin soal bagaimana mengikuti jalan itu tanpa harus pilih-pilih. Ketika ternyata masih saja menghadapi sebuah pilihan, abaikan saja, percaya pada keyakinan saja. Namun keyakinan itu memang butuh proses. Semua butuh proses. Keyakinan itu akan teguh ketika kita ingat, dekat dan percaya pada Tuhan. Bukan sok religius (lagi) kok, cuman saya yakinnya gitu (lagi).

Semua manusia, dari dalam rahim, sebenarnya dia sudah punya sesuatu yang dinamakan "nasib". Setelah lahir, kemudian peran orangtuanya untuk menuntunnya menjalani nasib itu. Apapun kondisinya, yang jelas saya yakinnya harus dengan kerja keras untuk kemudian hasil akhirnya kita bisa bilang "nasib". Yang perlu saya tekankan disini bukan menyerah pada nasib, tapi berjuang untuk nasib yang lebih baik.

Jadi teringat waktu kecil, sama seperti kebanyakan anak kecil, selalu dihantam pertanyaan: "Kalo udah besar mau jadi apa?", ada yang jawab jadi dokter, jadi pilot, jadi insinyur, (jawaban standar) atau jadi playboy (jawaban ngawur :) ). Saya sendiri lupa, dulu jawab apa, kalo ga salah pilot, itupun kayaknya terpaksa karena ga ada jawaban lain.

Oke, setelah orangtua dengan susah payah menyekolahkan kita, tinggal si manusia ini akhirnya punya otak (emang dari kecil ga punya?), maksudnya pola pikirnya berkembang. Dia jadi mampu untuk mengambil keputusan sendiri. Lagi-lagi saya ga yakin apa itu yang disebut pilihan. Saya yakinnya keputusan apapun yang kita ambil adalah sebuah jalan, tinggal bagaimana kita memahami resiko dibalik itu semua. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk SALAH PILIH! Apapun yang sudah dilakukan, baik atau buruk, berhasil ataupun gagal, mau tidak mau harus diterima secara legowo.

Yang masih menganggap hidup itu pilihan ya silahkan, yang jelas saya hanya mencoba berbagi pemikiran saya agar siapapun yang putus asa, pesimis, bahkan yang sombong dan takabur agar selalu ingat, bahwa ada kekuatan besar yang bisa mengubah nasib kalian, yaitu Tuhan. Dan kunci untuk membuka jalan nasib kita adalah: Yakin!

Teruskan bermimpi, teruskan bekerja, teruskan berdoa. Pedulikan cacian orang, dan olah cacian itu jadi api untuk membakar optimisme kita.

(diposting di kantor, di sela-sela pekerjaan, setelah lama tersimpan di draft dan mengunyah pikiran)

0 komentar:

Post a Comment