Skip to main content

Posts

Featured

Berkarya Bersama Semburart

Saya bersyukur, bertemu pasangan yang mencintai seni (juga saya :p). Kami bahkan bertemu pertama kali di pameran (seni) fotografi seorang teman. Pertemuan kedua, Najma namanya, membawa sebuah prototype produk yang baru dikembangkannya. Mengeluh bingung mencari nama yang pas. Saya sok mengomentari fungsinya yang cocok buat saya, dan punya banyak ide serta peluang untuk menambahkan nilainya lebih dari yang ada waktu itu. Kemudian menawarkan membantu membuatkan logonya. Waktu itu saya lupa kalo saya introvert. Obrolan mengalir seperti sesama pencinta seni.
Kami mulai brainstorming nama. Dari sekian banyak nama, akhirnya kami mentok dan Najma nyeletuk, “kok semburat gini ya...” Otak saya terpantik. “Bukankah produk ini adalah solusi dari hal-hal yang berantakan (kalo kata orang Jawa semburat)?” “Kita pakai nama ini saja! Ini produk artsy, jadi kita olah namanya jadi Semburart!” Motor saya rem mendadak, kami berbalik arah ke gerai makan 24 jam dan menghajar sketsa untuk logonya…

Latest Posts

Masih Pentingkah Punya Kartu Nama?

Proses Desain Logo Helmen Coffee

Jogja Suangar

My Store on Printerous!

Membuka Akhir Tahun

Di Rimba

Sabalana Trip with Tropic Princess

Live Graphic Recording

Talk About Design: Add More Value

13 Akber Bali Fliers